TUHAN

“Kalau Tuhan benar-benar ada, maka sudah seharusnya dia dimusnahkan,” kata seorang filsuf Rusia Mikhail Bakunin. Tuhan yang menyerang Jemaah Ahmadiyah dan Tuhan yang saya pelajari di bangku sekolah membuat saya mengamini Bakunin. Tuhan, yang harus ditulis dengan huruf besar sebagai tanda keagungan-Nya. Tuhan yang lelaki, atau paling tidak yang mempunyai kekuasaan patriarki, dan yang membuat mulut bocah saya terbungkam ketika hendak melontarkan pertanyaan “mengapa perempuan tidak bisa menjadi pastor?”

Namun, mengapa manusia mempercayai Tuhan yang seperti ini? Ketercengangan, kebingungan dan keresahan manusia akan alam terkadang menuntunnya untuk mencari “Yang Maha Kuasa”. Karena itulah, manusia sempat menyembah gunung, matahari atau cahaya apa saja dari langit. Karena bagi mereka, Tuhan tidak lain dan tidak bukan adalah “Yang paling ditakuti”. Kepercayaan pada yang maha kuasa memang sering didasarkan pada ke-egoisan. Lanjutkan membaca ‘TUHAN’

Raja Abadi

Dahulu kala, hiduplah seorang raja yang baik dan cinta damai. Masyarakat pada kerajaan tersebut saling menyayangi seperti satu keluarga besar. Mereka semua menghormati raja dan menjulukinya Raja Abadi.

Nama besar Raja Abadi tersebar sampai ke seluruh pelosok. Namun, reputasinya membuat raja tetangga yang memerintah iri hati. Raja tetangga ini memutuskan untuk berperang melawan Raja Abadi serta menaklukkan kerajaannya.

Ketika berita tersebut sampai ke istana Raja Abadi, para menteri menasehatinya untuk mempersiapkan perang sebaik-baiknya, tetapi raja menentangnya, “Perang itu kejam. Pihak mana pun yang menang, banyak orang yang akan benar-benar menderita dan tewas. Jika kita berperang dengan kerajaan tetangga, kerajaan kita akan jadi porak-poranda dan akan timbul kebencian yang tidak ada habis-habisnya. Saya akan turun takhta sebagai pertukaran untuk kehidupan yang damai bagi rakyatku.” Lanjutkan membaca ‘Raja Abadi’

Neraka

Aku adalah kematian dan pidato penguburan adalah doaku
Kulenyapkan dan kutunggu mereka yang akan melenyapkanku
Aku adalah ahli sihir yang tak punya daya lagi
Begitulah aku ini hidup dalam kenangan angin
Kutemukan tanda zamanku kini dan kuperdengarkan lagunya
Zaman yang berserakan bagai pasir tapi padu bagaikan batu
Zaman bimasakti dan lempung baja yang terus dipalu
Zaman otak, zaman yang bertanduk dan zaman khayalan
Zaman para boneka dan alat-alat yang menakutkan
Zaman yang mulutnya besar menelan, tak terduga sedikitpun
Namun aku karib, aku terpecah belah dan tak ada yang bisa menyatukan aku kembali
Aku hidup diliputi rahasia di haribaan matahari yang akan terbit
Aku mengungsi ketika malam masih bocah dan kepalaku terkulai di lutut pagi
Aku bangun dan keberangkatanku menuliskan pengungsian baru
Aku adalah dia yang tak pernah ditunggu oleh janji-janji gemerlapan
Aku adalah semangat kenabian yang menyangsikan segala selain Tuhan.

__________________________
Puisi karya : Ali Akhmad Said yang berjudul ‘Neraka’.

Halaman Berikutnya »


Renungan Hari Ini

All that we are is the result of what we have thought. The mind is everything. What we think we become. ~Zen quotes by Buddha~

Gudang

 

November 2009
S S R K J S M
« Agu    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30