Menyadari Hakikat Budha

Untuk dapat menyadari dan menjalani Hakikat Budha kita, pertama-tama kita mesti sadar bahwa hidup yang kita jalani ini keliru, dipenuhi banyak permainan yang tidak memberikan makna hidup yang kita dambakan. Hidup kita adalah hidup tanpa kesadaran, yang mencandu dan menghambakan diri pada dunia luar, suatu kehidupan yang dikuasai mimpi, perubahan, penyakIt, dan kehilangan. Sungguh, kita menjalani hidup kita yang berharga dengan terperangkap pada khayalan. Saat kita mencari kebahagiaan dan kedamaian yang abadi, melalui berbagai masalah yang setiap hari kita hadapi, cepat atau lambat, ilusi kita akan pudar dan kita akan menjadi gelisah. Pencarian kita tampaknya menjadi sia-sia. Tetapi, ini tidak sepenuhnya benar. Seperti halnya kebosanan, pudarnya ilusi merupakan pengalaman yang menakjubkan, suatu langkah penting sebelum kita siap untuk menjejakkan kedua kaki kita dengan tegas di atas bumi.

Sanggup menahan rasa bosan, atau keadaan yang tanpa stimulasi atau hampa, jelas penting. Kehampaan yang kita rasakan pada tahap awal ini bukanlah kehampaan yang bukan sebenarnya, tetapi keheningan dan kesederhanaan hidup yang begitu kita takuti. Kehampaan itu tidak lebih dari sekedar lepasnya delusi dan kesenangan palsu yang dihasilkannya.

Sebuah koan terkenal yang berkaitan dengan pertanyaan seputar delusi dan latihan adalah:

“Seorang bikkhu berkata pada Ummon–’Dunia ini sangat luas–mengapa kita memakai jubah saat lonceng berbunyi?”

Dunia ini luas sekali; ada begitu banyak kesenangan, sangat banyak hal menakjubkan yang dapat dilakukan. Mengapa kita berhenti saat bel berdentang, memakai jubah kita, dan lalu duduk di atas bantal? Mengapa kita menukar gairah dan rasa bosan untuk sesuatu yang disebut kebebasan? Mengapa kita mencecap rasa pahit sekaligus juga rasa manis? Apakah kita senang melarikan diri, meninggalkan dunia? Dimana dunia yang sangat luas ini berada? Bagaimana kita dapat benar-benar menikmatinya?

Pikirkan dan renungkanlah koan sederhana tapi sarat ini…

2 Tanggapan ke “Menyadari Hakikat Budha”


  1. 1 novita anggraeni April 23, 2009 pukul 9:30 pm

    *melepas sandal*
    *masuk Zendo lagi*
    *bersila*

  2. 2 Willy Yanto Wijaya Mei 28, 2009 pukul 9:40 am

    When we contemplate and reflect again upon all things…all activities done by people…in the most subtle understanding…in fact, all are about happiness, for the sake of happiness; …happiness in its various forms, happiness of the happiness itself…


Tinggalkan Balasan




Renungan Hari Ini

All that we are is the result of what we have thought. The mind is everything. What we think we become. ~Zen quotes by Buddha~

Gudang

 

April 2009
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930