Membungkuk

Membungkuk adalah latihan yang sangat serius. Anda mesti siap untuk membungkuk, bahkan pada saat terakhir anda. Walaupun mustahil untuk membersihkan diri dari keinginan egosentris kita, kita mesti melakukannya. Hakikat sejati kita menginginkan kita melakukannya.
(Suzuki-roshi, Zen Mind, Beginner’s Mind)

Ini sebenarnya sebuah pekerjaan mudah dalam teori tapi begitu sulit diaplikasikan ke dalam kehidupan sehari-hari. Terlebih lagi ada beberapa ajaran keagamaan yang begitu keras melarang umatnya untuk membungkuk pada sesuatu seperti berhala. Ajaran agama itu hanya memperbolehkan para penganutnya untuk membungkuk pada Tuhan dan rasulnya, lain tidak.

Maka dari itu, membungkuk tentu saja menjadi persoalan tersendiri bagi orang-orang dengan agama tertentu, padahal dengan membungkuk kita begitu banyak bisa mengambil pelajaran. Membungkuk pada apa pun. Pada siapa pun. Pada musuh kita ketika kita akan memulai sebuah pertarungan, pada istri kita ketika kita berada ditengah-tengah pertengkaran hebat, pada binatang, pada orang-orang yang berpapasan dengan kita, pada apa pun, pada siapa pun.

Lihatlah betapa basar manfaat yang kita dapat hanya dengan membungkuk. Kita ambil satu contoh kecil. Ketika kita sedang menghadapi sebuah pertengkaran hebat dengan suami kita atau dengan istri kita, dan ditengah-tengah pertengkaran yang memuncak itu cobalah rehat sebentar dan kemudian membungkuk. Lihat apa yang terjadi berikutnya? Keajaiban besar apa yang kemudian menyusul?

Membungkuk adalah sebuah perbuatan sederhana yang mempunyai arti begitu dalam. Membungkuk membuat kita dapat melepaskan belenggu egosentris kita dan mulai keluar untuk menjadi pribadi yang respek terhadap apa pun, terhadap siapa pun. Dengan membungkuk, kita memposisikan diri kita sebagai pihak yang menghormati dan bukan pihak yang selalu ingin dihormati. Ada sikap ikhlas dan rela dari pekerjaan sederhana ini yang jika diaplikasikan ke dalam kehidupan sehari-hari terus menerus akan membuat kita terhindar dari sikap sombong dan congkak. Menghargai orang dengan perbuatan sekecil dan sesederhana apa pun jika dilakukan terus menerus akan berdampak besar pada diri kita. Jangan pernah takut untuk kemudian orang meremehkan kita hanya karena kita membungkuk untuk mereka, karena hal itu tidak akan pernah terjadi dan malah sebaliknya dengan menghormati dan menghargai orang kita pun dengan sendirinya akan dihargai orang pula, seperti kata pepatah “Apa yang kau tabur itulah yang akan kau tuai”.

Dan sesederhana itulah Zen. Zen bukan melulu duduk bermeditasi di Zendo. Zen juga bukan sekedar menjawab berbagai koan. Lebih dari itu, Zen adalah sebuah sikap hidup untuk membuat diri kita terlihat apa adanya. Zen adalah upaya melepaskan egosentris yang melekat pada diri kita. Zen adalah membuang topeng yang melekat di wajah untuk kemudian tampil apa adanya.

Jadi bila anda ingin mempelajari Zen, lakukan perbuatan sederhana ini; membungkuk pada apa pun dan pada siapa pun.

0 Tanggapan ke “Membungkuk”



  1. No Comments Yet

Tinggalkan Balasan




Renungan Hari Ini

All that we are is the result of what we have thought. The mind is everything. What we think we become. ~Zen quotes by Buddha~

Gudang

 

Juni 2009
S S R K J S M
« Mei   Jul »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930