Doa Gembala

Tatkala dalam suatu perjalanan Nabi Musa melihat seorang gembala yang sedang berseru kepada Tuhan: Ya Tuhan, yang Mahakuasa atas segala yang berkuasa. Dimanakah engkau berada? Biarlah aku mengabdi-Mu, akan kujahitkan terompah-Mu, akan aku sisirkan rambut-Mu. Biarkan aku yang mencucikan pakaian-Mu dan membunuhi kutu-kutu di kepala-Mu. Akan kubuatkan susu buat Kau, O Tuhan. Akan kusembah Engkau supaya aku dapat mencium tangan-Mu dan kubelai kedua kaki-Mu yang mungil. Akan kusapukan kamar tidur-Mu bila waktu tidur-Mu sudah tiba….’

Ketika gembala itu sedang hanyut menghimbau dengan kata-kata serupa itu, berkatalah Nabi Musa dengan suara lantang: ‘Hai, kepada siapa kau tujukan seruanmu itu?’ ‘Kepada yang Maha-esa, Khalik yang menciptakan kita, pencipta semesta langit dan bumi,’jawab gembala itu. ‘Celaka kau,’ kata Musa. ‘Kau telah sesat dan berdosa. Kau bukan mukmin lagi karena kau sudah menghina Tuhan. Ini adalah perbuatan bodoh dan kufur. Tutup mulutmu. Kalau kekufuranmu sudah merusak, rusaklah dunia seluruhnya, dan usanglah semua sendi agama. Semua itu hanya patut buat kau, bukan buat Yang Mahaesa, Sumber Segala Cahaya.’

‘Kasihanilah aku,’ kata gembala itu. ‘Oh hati dan perasaanku telah tuan bakar dengan rasa penyesalan.’ Sambil berkata demikian gembala itu mengoyak-ngoyak bajunya. Kemudian dengan menarik nafas panjang penuh kesedihan, ia lari ke arah padang tandus dan terus menghilang….

Saat itu lalu turun wahyu kepada Nabi Musa:

‘Engkau telah memisahkan Aku dari hamba-Ku. Aku mengutus engkau sebagai seorang Nabi supaya memperdekat, ataukah supaya menjauhkan? Aku memberi karunia kepada seseorang dengan caranya yang khas dalam melakukan sesuatu, dan kepada setiap manusia Kuberikan cara tersendiri dalam menyatakan perasaannya. Cara yang telah digunakan gembala itu, itulah cara yang lebih tepat menurut pendapatnya, sedang menurut pendapatmu dia bersalah. Baginya itulah madu sedang bagi kau itu adalah racun. Aku diatas segala yang suci.’

(Audah, 1996)

***************************

Ah, andai semua pemeluk agama sefleksibel Tuhannya, pasti aksi bom-boman atas nama Tuhan itu nggak akan pernah ada…

0 Tanggapan ke “Doa Gembala”



  1. Belum Ada Tanggapan

Tinggalkan Balasan




Renungan Hari Ini

All that we are is the result of what we have thought. The mind is everything. What we think we become. ~Zen quotes by Buddha~

Gudang

 

Juli 2009
S S R K J S M
« Jun   Agu »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031