<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar untuk RUANG HIDUP</title>
	<atom:link href="http://novitacantik.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://novitacantik.wordpress.com</link>
	<description>Karena hidup layak direnungkan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 Nov 2009 18:36:54 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Komentar di TUHAN oleh catatanmimpisaya</title>
		<link>http://novitacantik.wordpress.com/2009/11/09/tuhan/#comment-56</link>
		<dc:creator>catatanmimpisaya</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 18:36:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://novitacantik.wordpress.com/2009/11/09/tuhan/#comment-56</guid>
		<description>Halo, numpang mampir. Tulisannya menarik, tadinya saya kira ini tulisan anda, hehe.

Saya setuju, Tuhan yang dianut sebagian besar masyarakat indonesia adalah tuhan yang maskulin. Dimana maskulinitas identik dengan penguasaan, intervensi, penaklukan, dsb. Sifat feminin Tuhan seperti kasih, kehidupan, perawatan, dsbnya justru seringkali dikesampingkan. Padahal jika melihat pola2 di alam, justru sifat feminin inilah yang menjadi pusat kehidupan (misalnya saja contoh kecil: pada koloni semut, yang menjadi sumber dan sentral kehidupan mereka adalah Ratu semut). Nafsu manusia mengalahkan nurani sehingga kita kurang peka terhadap kebaikan yang sebenarnya.

Tapi saya sangat menyayangkan pernyataan ini:
&quot;Namun, narsis yang marah karena kekecewaan. Karena Tuhan mereka tidaklah selalu benar, besar, dan kekar.
Inilah salah satu alasan yang membuat atheis meninggalkan Tuhan.&quot;
Sangat disayangkan jika seseorang menjadi atheis karena akibat kekecewaannya terhadap manusia.

Yang saya percaya--mungkin agak naif--bahwa Tuhan itu sumber kebaikan yang ada dalam diri tiap manusia. Pertanyaannya sekarang, menurut para atheis apakah kebaikan/kebenaran itu tidak ada?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Halo, numpang mampir. Tulisannya menarik, tadinya saya kira ini tulisan anda, hehe.</p>
<p>Saya setuju, Tuhan yang dianut sebagian besar masyarakat indonesia adalah tuhan yang maskulin. Dimana maskulinitas identik dengan penguasaan, intervensi, penaklukan, dsb. Sifat feminin Tuhan seperti kasih, kehidupan, perawatan, dsbnya justru seringkali dikesampingkan. Padahal jika melihat pola2 di alam, justru sifat feminin inilah yang menjadi pusat kehidupan (misalnya saja contoh kecil: pada koloni semut, yang menjadi sumber dan sentral kehidupan mereka adalah Ratu semut). Nafsu manusia mengalahkan nurani sehingga kita kurang peka terhadap kebaikan yang sebenarnya.</p>
<p>Tapi saya sangat menyayangkan pernyataan ini:<br />
&#8220;Namun, narsis yang marah karena kekecewaan. Karena Tuhan mereka tidaklah selalu benar, besar, dan kekar.<br />
Inilah salah satu alasan yang membuat atheis meninggalkan Tuhan.&#8221;<br />
Sangat disayangkan jika seseorang menjadi atheis karena akibat kekecewaannya terhadap manusia.</p>
<p>Yang saya percaya&#8211;mungkin agak naif&#8211;bahwa Tuhan itu sumber kebaikan yang ada dalam diri tiap manusia. Pertanyaannya sekarang, menurut para atheis apakah kebaikan/kebenaran itu tidak ada?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di About Me oleh backpackerman</title>
		<link>http://novitacantik.wordpress.com/about/#comment-55</link>
		<dc:creator>backpackerman</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2009 18:33:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-55</guid>
		<description>nice blog bu..

salam buat yg di dalam perut...

salam kenal..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>nice blog bu..</p>
<p>salam buat yg di dalam perut&#8230;</p>
<p>salam kenal..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Sedikit Tentang Budhisme di China oleh Willy Yanto Wijaya</title>
		<link>http://novitacantik.wordpress.com/2009/04/03/sedikit-tentang-budhisme-di-china/#comment-54</link>
		<dc:creator>Willy Yanto Wijaya</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 May 2009 09:52:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://novitacantik.wordpress.com/2009/04/03/sedikit-tentang-budhisme-di-china/#comment-54</guid>
		<description>Hello, met kenal ya...  =)

Menurut saya kutipan ini tidaklah tepat menggambarkan Buddhisme:

&quot;Melihat kenyataan itu, Budhisme harus diperlakukan sebagai suatu ajaran filsafat juga agama, karena metafisikanya benar-benar sangat serupa dengan Skolastisisme (atau Taoisme dalam hal ini). Namun berbeda dengan ajaran Skolastik, kaum Budhis cenderung untuk mempercayai suatu fatalisme laissez-faire, terutama bila berkaitan dengan pengelompokkan antar kelas.&quot;


Ajaran Buddha justru menolak ide fatalisme (yang sebelumnya didoktrinkan oleh kaum brahmana di India dengan konsep sistem kastanya).

http://dhammacitta.org/artikel/spiritful-drizzle/bentangan-cakrawala-dukkha


Selamat memetik manfaat dari Buddha Dhamma..  ^^,


salam,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hello, met kenal ya&#8230;  =)</p>
<p>Menurut saya kutipan ini tidaklah tepat menggambarkan Buddhisme:</p>
<p>&#8220;Melihat kenyataan itu, Budhisme harus diperlakukan sebagai suatu ajaran filsafat juga agama, karena metafisikanya benar-benar sangat serupa dengan Skolastisisme (atau Taoisme dalam hal ini). Namun berbeda dengan ajaran Skolastik, kaum Budhis cenderung untuk mempercayai suatu fatalisme laissez-faire, terutama bila berkaitan dengan pengelompokkan antar kelas.&#8221;</p>
<p>Ajaran Buddha justru menolak ide fatalisme (yang sebelumnya didoktrinkan oleh kaum brahmana di India dengan konsep sistem kastanya).</p>
<p><a href="http://dhammacitta.org/artikel/spiritful-drizzle/bentangan-cakrawala-dukkha" rel="nofollow">http://dhammacitta.org/artikel/spiritful-drizzle/bentangan-cakrawala-dukkha</a></p>
<p>Selamat memetik manfaat dari Buddha Dhamma..  ^^,</p>
<p>salam,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Menyadari Hakikat Budha oleh Willy Yanto Wijaya</title>
		<link>http://novitacantik.wordpress.com/2009/04/23/menyadari-hakikat-budha/#comment-53</link>
		<dc:creator>Willy Yanto Wijaya</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 May 2009 09:40:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://novitacantik.wordpress.com/2009/04/23/menyadari-hakikat-budha/#comment-53</guid>
		<description>When we contemplate and reflect again upon all things...all activities done by people...in the most subtle understanding...in fact, all are about happiness, for the sake of happiness; ...happiness in its various forms, happiness of the happiness itself...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>When we contemplate and reflect again upon all things&#8230;all activities done by people&#8230;in the most subtle understanding&#8230;in fact, all are about happiness, for the sake of happiness; &#8230;happiness in its various forms, happiness of the happiness itself&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Menyadari Hakikat Budha oleh novita anggraeni</title>
		<link>http://novitacantik.wordpress.com/2009/04/23/menyadari-hakikat-budha/#comment-51</link>
		<dc:creator>novita anggraeni</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2009 21:30:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://novitacantik.wordpress.com/2009/04/23/menyadari-hakikat-budha/#comment-51</guid>
		<description>*melepas sandal*
*masuk Zendo lagi*
*bersila*</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>*melepas sandal*<br />
*masuk Zendo lagi*<br />
*bersila*</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Kebijaksanaan China Klasik oleh danalingga</title>
		<link>http://novitacantik.wordpress.com/2009/04/16/kebijaksanaan-china-klasik/#comment-50</link>
		<dc:creator>danalingga</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Apr 2009 11:38:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://novitacantik.wordpress.com/2009/04/16/kebijaksanaan-china-klasik/#comment-50</guid>
		<description>Sudah lama tidak membaca petuah-petuah bijak seperti ini. Makasih sudah mengingatkan kembali</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah lama tidak membaca petuah-petuah bijak seperti ini. Makasih sudah mengingatkan kembali</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Sedikit Tentang Budhisme di China oleh natasya</title>
		<link>http://novitacantik.wordpress.com/2009/04/03/sedikit-tentang-budhisme-di-china/#comment-49</link>
		<dc:creator>natasya</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Apr 2009 11:18:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://novitacantik.wordpress.com/2009/04/03/sedikit-tentang-budhisme-di-china/#comment-49</guid>
		<description>Bila melihat hadirnya sinar mentari
Darimana datangnya diri ini
Seribu kelahiran takkan cukup tuk menjawab
Jikalau masih ragu akan Dhamma

Kala menatap sirnanya cahya lembayung
Kemanakah engkau akan pergi
Semusim ratap tangis takkan berkesudahan
Jikalau masih ragu akan Dhamma</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bila melihat hadirnya sinar mentari<br />
Darimana datangnya diri ini<br />
Seribu kelahiran takkan cukup tuk menjawab<br />
Jikalau masih ragu akan Dhamma</p>
<p>Kala menatap sirnanya cahya lembayung<br />
Kemanakah engkau akan pergi<br />
Semusim ratap tangis takkan berkesudahan<br />
Jikalau masih ragu akan Dhamma</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Suatu Saat yang Jernih oleh sahid[dot]info</title>
		<link>http://novitacantik.wordpress.com/2009/04/05/suatu-saat-yang-jernih/#comment-48</link>
		<dc:creator>sahid[dot]info</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Apr 2009 11:46:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://novitacantik.wordpress.com/2009/04/05/suatu-saat-yang-jernih/#comment-48</guid>
		<description>wah pikiranku ikut jernih neh...ahaha..salam kenal ya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah pikiranku ikut jernih neh&#8230;ahaha..salam kenal ya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Akh oleh dusone</title>
		<link>http://novitacantik.wordpress.com/2008/12/20/akh/#comment-45</link>
		<dc:creator>dusone</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Feb 2009 00:28:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://novitacantik.wordpress.com/?p=41#comment-45</guid>
		<description>begitulah hidup.....
cie......


salam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>begitulah hidup&#8230;..<br />
cie&#8230;&#8230;</p>
<p>salam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Kamu Hebat, Kenapa Mesti Bersedih? oleh chiw</title>
		<link>http://novitacantik.wordpress.com/2008/11/09/kamu-hebat-kenapa-mesti-bersedih/#comment-43</link>
		<dc:creator>chiw</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Nov 2008 12:59:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://novitacantik.wordpress.com/?p=37#comment-43</guid>
		<description>kapan lo mau bikin gw ketawa lagi eh?
geblek!

:mrgreen:</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kapan lo mau bikin gw ketawa lagi eh?<br />
geblek!</p>
<p> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
