<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>RUANG HIDUP</title>
	<atom:link href="http://novitacantik.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://novitacantik.wordpress.com</link>
	<description>Karena hidup layak direnungkan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 Nov 2009 17:32:44 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='novitacantik.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/9dc153958a99f59b2ca3c42b7a2bd305?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>RUANG HIDUP</title>
		<link>http://novitacantik.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>TUHAN</title>
		<link>http://novitacantik.wordpress.com/2009/11/09/tuhan/</link>
		<comments>http://novitacantik.wordpress.com/2009/11/09/tuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 17:32:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>novita anggraeni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Sufi]]></category>
		<category><![CDATA[Tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Sains]]></category>
		<category><![CDATA[Atheist]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://novitacantik.wordpress.com/2009/11/09/tuhan/</guid>
		<description><![CDATA[“Kalau Tuhan benar-benar ada, maka sudah seharusnya dia dimusnahkan,” kata seorang filsuf Rusia Mikhail Bakunin. Tuhan yang menyerang Jemaah Ahmadiyah dan Tuhan yang saya pelajari di bangku sekolah membuat saya mengamini Bakunin. Tuhan, yang harus ditulis dengan huruf besar sebagai tanda keagungan-Nya. Tuhan yang lelaki, atau paling tidak yang mempunyai kekuasaan patriarki, dan yang membuat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=novitacantik.wordpress.com&blog=4231532&post=58&subd=novitacantik&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>“Kalau Tuhan benar-benar ada, maka sudah seharusnya dia dimusnahkan,” kata seorang filsuf Rusia Mikhail Bakunin. Tuhan yang menyerang Jemaah Ahmadiyah dan Tuhan yang saya pelajari di bangku sekolah membuat saya mengamini Bakunin. Tuhan, yang harus ditulis dengan huruf besar sebagai tanda keagungan-Nya. Tuhan yang lelaki, atau paling tidak yang mempunyai kekuasaan patriarki, dan yang membuat mulut bocah saya terbungkam ketika hendak melontarkan pertanyaan “mengapa perempuan tidak bisa menjadi pastor?”</p>
<p>Namun, mengapa manusia mempercayai Tuhan yang seperti ini? Ketercengangan, kebingungan dan keresahan manusia akan alam terkadang menuntunnya untuk mencari “Yang Maha Kuasa”. Karena itulah, manusia sempat menyembah gunung, matahari atau cahaya apa saja dari langit. Karena bagi mereka, Tuhan tidak lain dan tidak bukan adalah “Yang paling ditakuti”. Kepercayaan pada yang maha kuasa memang sering didasarkan pada ke-egoisan.<span id="more-58"></span></p>
<p>Karena manusia ingin diselamatkan, diberkahi dan diberi rejeki yang melimpah dari yang disembah, mereka bahkan mencoba menyogok Tuhan dengan sesaji. Tidaklah heran bagi manusia seperti ini, Tuhan adalah diktator yang selalu menuntut. Tuhan yang pencemburu, yang begitu murka ketika manusia melupakanNya. Keberadaan Tuhan seperti ini begitu tergantung pada manusia. Dengan kata lain, dia serupa dengan manusia yang menyembahNya: sebuah keberadaan yang menuntut dan tidak mandiri. Yang tak rela diduakan. Yang selalu tergantung pada elu-eluan penyembahnya. Tuhan dengan krisis identitas.</p>
<p>Dan tidaklah heran, bila Tuhan semacam ini dapat ditemukan dalam sosok pemerintah otoriter: pada Firaun Mesir yang mengaku sebagai utusan Tuhan, dalam sosok Kaisar Jepang yang menjadi wakil Yang Maha Tinggi, atau pada pemerintah Kerajaan Inggris kuno. Bahkan juga dalam pejabat tinggi negara kita yang memaksa para warganya untuk menulis agama mereka &amp; kepercayaan mereka pada Tuhan. Dan dalam keroyokan yang mengamuk, merusak dan menyerang insan-insan yang tak mempercayai Tuhan tertentu.</p>
<p>Tuhan seperti ini menjadi simbol patriarki, yang melahirkan dualisme tajam: Yang Kuasa dan pengikutNya. Namun, ambisi manusia untuk memuja terkadang sama besarnya dengan ambisinya untuk dipuja. Karena itulah, Tuhan dan pengikutnya seringkali menjadi cermin yang memantulkan persona yang sama. Dan karena itu pula, si pengikut dapat berlaku seperti Tuhan mereka: penghukum yang tak kenal ampun. Bahkan lebih parah, karena dalam si pengikut, apa yang abstrak dan menjadi metafor, dapat menjadi nyata dalam tindakan mereka. Apa yang menjadi kata, tiba-tiba menjadi kekejaman yang mengakibatkan tangis dan membawa mangsa.</p>
<p>Penggambaran Tuhan sebagai Yang Maha Tinggi, Yang Maha Esa, seakan tidak lain adalah cara manusia untuk menjadi narsis. Karena gambaran seperti inilah yang memberi kesempatan manusia untuk memahkotai diri mereka sendiri dengan gambaran yang begitu melambung dan dilambungkan.</p>
<p> Kemarahan para pengeroyok terkadang disebabkan oleh kekecewaan narsis mereka. Ketika Tuhan mereka digambarkan berbeda, ketika kelompok lain menawarkan interpretasi yang berlawanan dari ide mereka, ketika manusia layaknya Musdah Mulia (yang membela LGBT) atau Ahmadiyah yang mempunyai pandangan “baru” tentang Tuhan, ego pengeroyok inilah yang telah tersakiti. Karena pada saat itu, para narsis ini tiba-tiba menghadapi kenyataan bahwa harapan mereka tak akan pernah sampai. Narsis yang tidak siap untuk merombak keyakinan mereka atau paling tidak mendengar keyakinan yang lain. Namun, narsis yang marah karena kekecewaan. Karena Tuhan mereka tidaklah selalu benar, besar, dan kekar.</p>
<p>Inilah salah satu alasan yang membuat atheis meninggalkan Tuhan. Bagi banyak atheis, hanyalah dalam sains-lah kebenaran dapat diungkap. Dengan bukti dan akal. Namun, sains sendiripun seringkali relatif dan dapat disanggah: Teori Newton dipatahkan oleh Einstein yang menawarkan teori relativitas. Teori Einstein ditentang lagi oleh Neils Bohr yang menyatakan bahwa teori Einstein tidak cukup relative karena Einstein luput mengindahkan karakter kuantum mekanik yang tak pernah konstan, dan yang selalu terpengaruh oleh subyektifitas sang peneliti. Neils Bohr-pun disanggah lagi oleh Everett, dan seterusnya dan seterusnya. Memang, dalam pencariannya akan kebenaran, manusia tak pernah dapat menemukan jawaban akhir yang pasti.</p>
<p>Dan bukankah pencarian akan Tuhan dapat dibandingkan dengan pencarian dalam sains? Karena keduanya menyiratkan pertanyaan-pertanyaan akan keberadaan, kehidupan dan asal galaksi kita, dan asal kita sebagai manusia.</p>
<p>Karena bila kita berani untuk mencari dan mencari lagi akan kebenaran, kita akan ditarik pada labirin yang berlapis dan tiada habisnya. Dalam pusaran-pusaran teori, tanya, jawab dan kebimbabangan, yang di dalamnya selalu ada jurang begitu dalam yang belum pernah kita lihat. Yang tak akan dapat kita kunjungi. Namun, hal inilah yang terkadang membuat saya terus mencari dan mencari.</p>
<p>Pada suatu renungannya akan Tuhan, Einstein menyatakan bahwa ada suatu “keindahan yang tiada tara”, yang tak pernah dapat kita mengerti. Sesuatu yang membuat kita tersentuh dan beriman. Dan karena ketidak-mengertian inilah, Einstein terus mencari.</p>
<p>Memang, ketidak sabaran akan jawaban yang serba cepat, keinginan untuk mengambil jalan pintas dan ambisi akan kekuasaanlah yang dapat menuntun manusia untuk merumuskan Tuhan yang satu, yang kaku. Walaupun di dunia ini, terdapat bermacam-macam Tuhan. Beberapa teks bahkan sempat menyebut lebih dari 200 tuhan dalam sejarah dunia. Dan di dunia yang serba dinamik, yang terus bergerak dan menari dalam segala getarannya, bagaimana Tuhan dapat menjadi begitu statik: berhenti dan terpaku dalam suatu zona tempat dan waktu? Dalam sebuah dogma yang membuahkan amarah? Tuhan yang dilahirkan oleh dogma adalah Tuhan yang mati. Tuhan yang dapat dibunuh oleh para atheis. Tuhan yang telah saya bunuh.</p>
<p>Karena seharusnya, pencarian akan Tuhan selalu membawa kita pada ketidak-tahuan. Pada pertanyaan. Dan terkadang, kebingungan. Karena itu, kita harus siap tidak saja untuk menemukan “keindahan yang tiada tara”, namun juga kekecewaan. Karena pencarian akan Tuhan adalah tidak lain dan tidak bukan pencarian akanesensi kita, keberadaan kita. Esensi kita yang tak terlihat namun ada. Esensi yang begitu dekat, namun tak dapat dimengerti. Karena itulah Chuan Tzu berkata: “Kita berkata aku, namun tahukah kita siapa dan apa artinya aku?” Dan segala kebingungan, segala tanya, di antara yang ada dan tanpa, saya dapat berkata: Saya tidak percaya akan Tuhan. Namun saya percaya akan tuhan. Tuhan yang tak berkelamin, yang tak semena-mena, yang tak maha tinggi dan yang tak maha Esa. Dalam tuhan yang seperti ini, saya dapat bertakwa.</p>
<p>(Soe Tjen Marching, penulis buku The Discrepancy between the Public and the Private Selves of Indonesian Women diterbitkan oleh the Edwin Mellen Press).</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/novitacantik.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/novitacantik.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/novitacantik.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/novitacantik.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/novitacantik.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/novitacantik.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/novitacantik.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/novitacantik.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/novitacantik.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/novitacantik.wordpress.com/58/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=novitacantik.wordpress.com&blog=4231532&post=58&subd=novitacantik&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://novitacantik.wordpress.com/2009/11/09/tuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1f0b115ff0a1d4f6713597e278e61400?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">novitacantik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Raja Abadi</title>
		<link>http://novitacantik.wordpress.com/2009/08/31/raja-abadi/</link>
		<comments>http://novitacantik.wordpress.com/2009/08/31/raja-abadi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2009 13:04:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>novita anggraeni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Inspirasional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://novitacantik.wordpress.com/2009/08/31/raja-abadi/</guid>
		<description><![CDATA[Dahulu kala, hiduplah seorang raja yang baik dan cinta damai. Masyarakat pada kerajaan tersebut saling menyayangi seperti satu keluarga besar. Mereka semua menghormati raja dan menjulukinya Raja Abadi.
Nama besar Raja Abadi tersebar sampai ke seluruh pelosok. Namun, reputasinya membuat raja tetangga yang memerintah iri hati. Raja tetangga ini memutuskan untuk berperang melawan Raja Abadi serta [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=novitacantik.wordpress.com&blog=4231532&post=57&subd=novitacantik&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dahulu kala, hiduplah seorang raja yang baik dan cinta damai. Masyarakat pada kerajaan tersebut saling menyayangi seperti satu keluarga besar. Mereka semua menghormati raja dan menjulukinya Raja Abadi.</p>
<p>Nama besar Raja Abadi tersebar sampai ke seluruh pelosok. Namun, reputasinya membuat raja tetangga yang memerintah iri hati. Raja tetangga ini memutuskan untuk berperang melawan Raja Abadi serta menaklukkan kerajaannya.</p>
<p>Ketika berita tersebut sampai ke istana Raja Abadi, para menteri menasehatinya untuk mempersiapkan perang sebaik-baiknya, tetapi raja menentangnya, &#8220;Perang itu kejam. Pihak mana pun yang menang, banyak orang yang akan benar-benar menderita dan tewas. Jika kita berperang dengan kerajaan tetangga, kerajaan kita akan jadi porak-poranda dan akan timbul kebencian yang tidak ada habis-habisnya. Saya akan turun takhta sebagai pertukaran untuk kehidupan yang damai bagi rakyatku.&#8221;<span id="more-57"></span></p>
<p>Dengan mengabaikan protes dari para menteri, raja dan puteranya, sang putra mahkota, pergi ke daerah pegunungan yang jauh dan menjalani hidup yang terpencil. Kemudian raja yang baru mengambil alih kerajaan tersebut tanpa perlawanan sedikit pun. Namun ia tetap merasa takut kalau sewaktu-waktu Raja Abadi akan kembali untuk merebut kerajaannya. Untuk mencegah hal tersebut , ia mengumumkan bahwa ia akan bermurah hati memberi hadiah kepada siapa pun yang dapat menangkap Raja Abadi.</p>
<p>Pada suatu hari, raja abadi berjumpa dengan pengembara yang sedang beristirahat di bawah pohon. Lalu ia bertanya kepada pengembara itu, &#8220;Kamu kelihatan sangat kurus dan lelah. Dari mana asalmu?&#8221; &#8220;Saya berasal dari negara yang sangat jauh, Saya sedang tertimbun dengan hutang dan tidak punya cara untuk membiayai isteri dan anak saya. Saya mendengar Raja Abadi adalah seorang yang murah hati, oleh sebab itu saya datang kemari untuk meminta pertolongannya,&#8221; jawab pengembara itu.</p>
<p>&#8220;Saya adalah orang yang kamu cari. Saya turut prihatin kepadamu yang sedang dalam situasi yang buruk, tapi saya kuatir tidak dapat membantumu lagi,&#8221; kata Raja Abadi. Mendengar pengakuan ini, pengembara tersebut berbicara sambil menangis, &#8220;Jika saya tidak dapat melunasi hutang saya, saya pasti akan dibunuh saat pulang ke rumah, dan isteri serta anak saya akan mati kelaparan. Apa yang harus saya perbuat?&#8221;</p>
<p>Iba dengan perkataan pria tersebut, Raja Abadi menghiburnya, &#8220;Janganlah berputus asa. Saya mendengar raja yang baru telah berjanji untuk memberi hadiah yang luar biasa bagi siapa pun yang dapat menangkap saya. Cukup serahkan saya saja dan kamu akan menjadi kaya raya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Saya tidak tega melakukan itu. Kamu adalah orang yang sangat baik,&#8221; kata pengembara terkejut.</p>
<p>&#8220;Saya pernah bersumpah saya akan melakukan yang terbaik untuk menolong siapa pun yang sedang membutuhkan. Karena raja baru menginginkan saya, biarlah saya menggunakan yang terbaik dari sisa hidup saya dan membantumu melunasi hutang-hutangmu,&#8221; bujuk Raja Abadi.</p>
<p>Dengan segan, pengembara mengikat Raja Abadi dan membawanya ke istana. Ketika putera mahkota mendengar tentang hal itu, dengan tergesa-gesa ia menuju ke istana, namun ayahnya sudah dibawa ke tempat eksekusi. Pesan terakhir Raja Abadi, &#8220;Sudah menjadi kewajiban kita untuk bermurah hati dan memperhatikan sesama. Kita tidak boleh membiarkan kesulitan-kesulitan atau kesengsaraan mengubah cara kita memperlakukan orang.&#8221;</p>
<p> Sang putera mahkota tahu pesan-pesan tersebut ditujukan padanya. Ia juga tahu kalau ayahnya tidak menginginkannya membalas dendam atas kematiannya, tapi hatinya dipenuhi rasa pedih. &#8220;Ayah saya telah dibunuh. Bagaimana mungkin saya dapat hidup dengan tenang mulai saat ini? Saya harus membalas dendam,&#8221; tekad putera mahkota.</p>
<p>Ia kembali ke kota, tempat ia tinggal dengan menyamar di rumah rakyat biasa. Putera mahkota membantu pemilik rumah menanam sayur-sayuran. Ia sangat mencurahkan perhatiannya saat menaman sayur-sayuran tersebut, dan sayur-sayurannya tumbuh dengan subur. Ketika seorang menteri dari pengadilan kerajaan menyantap sayur-sayuran yang dihasilkan putera mahkota, ia sangat memujinya dan meminta putera mahkota untuk menyiapkan santapan untuk raja yang baru.</p>
<p>Raja sangat menikmati santapan tersebut, sehingga ia memutuskan untuk mempekerjakan putera mahkota yang masih muda ini untuk dirinya. Berangsur-angsur putera mahkota muda tersebut mendapat kepercayaan raja dan menjadi pengawalnya.</p>
<p>Suatu hari raja dan rombongannya pergi berburu ke pegunungan-pegunungan. Ia bersama sang putera mahkota terpisah dari rombongan lainnya dan tersesat. Setelah mengembara di pegunungan berhari-hari lamanya, raja kelelahan dan kelaparan. Ia tidak memiliki kekuatan lagi untuk melanjutkan perjalanan. Ia mempercayakan pedangnya kepada sang putera mahkota dan tertidur lelap. Kepala raja bersandar pada pangkuan putera mahkota muda.</p>
<p>Inilah kesempatan amat baik untuk membalas dendam atas ayahnya! Tapi sang putera mahkota ragu-ragu. Hatinya berkata, &#8220;Sewaktu ayah masih hidup, ia selalu mengajarkan saya untuk mengasihi dan menunjukkan belas kasihan kepada sesama. Meskipun raja yang baru tamak dan tidak berperikemanusiaan, melihatnya tertidur lelap di pangkuanku, ia tampak seperti ayahku sendiri. Lagipula, ia adalah ayah dari seseorang juga.&#8221;</p>
<p>Raja baru dengan bergegas terbangun. Ia berkata bahwa telah bermimpi kalau Raja Abadi dan putera mahkotanya sedang berusaha membunuhnya. &#8220;Meskipun ia seorang raja, ia masih tidak dapat tidur dengan lelap,&#8221; sang putera mahkota merenung sendiri, &#8220;Ia pasti benar-benar sudah dikuasai oleh rasa takut.&#8221; Putera mahkota tiba-tiba merasa iba terhadap raja tersebut. Ia berkata kepada raja, &#8220;Tidurlah kembali. Saya di sini untuk melindungimu. Kamu tidak perlu takut.&#8221;</p>
<p>Setelah tidur kembali, seketika raja terbangun kembali. &#8220;Saya bermimpi tentang sang puter mahkota lagi, dan ia mengatakan tidak akan memaafkan saya.&#8221; Ia bangun perlahan-lahan dan mulai bercerita, &#8220;Semenjak saya menyerbu kerajaan ini dan membunuh Raja Abadi, saya tidak melewati hari yang tenang. Seakan-akan saya hidup dalam neraka, terus-menerus disiksa oleh rasa takut dan kepedihan yang mendalam. Betapa menyesalnya saya atas apa yang telah saya perbuat.&#8221;</p>
<p>Sang putera mahkota dapat merasakan bahwa raja tersebut benar-benar menyesal. &#8220;Janganlah takut. Saya adalah putera mahkota yang kamu takuti. Saya harus mengakui bahwa saya berniat membunuhmu sewaktu kamu sedang tertidur. Tapi saya teringat ayah saya dan bagaimana ia selalu mengajarkan saya untuk melayani sesama dengan kebaikan. Saya tidak mau mencemarkan namanya, sehingga saya putuskan untuk melupakan semua dendam.&#8221;</p>
<p>Raja sangat terharu mendengar apa yang dikatakan putera mahkota, &#8220;Terima kasih banyak telah memaafkan saya. Saya tidak dapat mengungkapkan rasa terima kasih saya kepadamu, tapi saat ini kita berdua tersesat di dalam hutan. Jika kita tidak dapat keluar dari sini dengan segera, kita pasti akan tewas.&#8221;</p>
<p>Sang putera mahkota tertawa dan berkata, &#8220;Kita tidak tersesat. Saya dengan sengaja mengarahkanmu menjauh dari yang lainnya. Sekarang saya akan mengeluarkanmu dari hutan.&#8221;</p>
<p>Sewaku raja kembali ke istana, ia memanggil seluruh menteri-menterinya. Untuk menunjukkan rasa terima kasih kepada sang pangeran, ia mengumumkan bahwa ia akan mengembalikan seluruh kerajaan kepadanya. Melihat betapa baiknya dan murah hatinya sang putera mahkota, menteri-menteri bersuka cita mengelu-elukannya raja.</p>
<p>__________________<br />
Sumber: Master Cheng Yen</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/novitacantik.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/novitacantik.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/novitacantik.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/novitacantik.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/novitacantik.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/novitacantik.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/novitacantik.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/novitacantik.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/novitacantik.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/novitacantik.wordpress.com/57/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=novitacantik.wordpress.com&blog=4231532&post=57&subd=novitacantik&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://novitacantik.wordpress.com/2009/08/31/raja-abadi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1f0b115ff0a1d4f6713597e278e61400?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">novitacantik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Neraka</title>
		<link>http://novitacantik.wordpress.com/2009/08/20/neraka/</link>
		<comments>http://novitacantik.wordpress.com/2009/08/20/neraka/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Aug 2009 20:31:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>novita anggraeni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Neraka]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[Sufi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://novitacantik.wordpress.com/2009/08/20/neraka/</guid>
		<description><![CDATA[Aku adalah kematian dan pidato penguburan adalah doaku
Kulenyapkan dan kutunggu mereka yang akan melenyapkanku
Aku adalah ahli sihir yang tak punya daya lagi
Begitulah aku ini hidup dalam kenangan angin
Kutemukan tanda zamanku kini dan kuperdengarkan lagunya
Zaman yang berserakan bagai pasir tapi padu bagaikan batu
Zaman bimasakti dan lempung baja yang terus dipalu
Zaman otak, zaman yang bertanduk dan zaman [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=novitacantik.wordpress.com&blog=4231532&post=56&subd=novitacantik&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Aku adalah kematian dan pidato penguburan adalah doaku<br />
Kulenyapkan dan kutunggu mereka yang akan melenyapkanku<br />
Aku adalah ahli sihir yang tak punya daya lagi<br />
Begitulah aku ini hidup dalam kenangan angin<br />
Kutemukan tanda zamanku kini dan kuperdengarkan lagunya<br />
Zaman yang berserakan bagai pasir tapi padu bagaikan batu<br />
Zaman bimasakti dan lempung baja yang terus dipalu<br />
Zaman otak, zaman yang bertanduk dan zaman khayalan<br />
Zaman para boneka dan alat-alat yang menakutkan<br />
Zaman yang mulutnya besar menelan, tak terduga sedikitpun<br />
Namun aku karib, aku terpecah belah dan tak ada yang bisa menyatukan aku kembali<br />
Aku hidup diliputi rahasia di haribaan matahari yang akan terbit<br />
Aku mengungsi ketika malam masih bocah dan kepalaku terkulai di lutut pagi<br />
Aku bangun dan keberangkatanku menuliskan pengungsian baru<br />
Aku adalah dia yang tak pernah ditunggu oleh janji-janji gemerlapan<br />
Aku adalah semangat kenabian yang menyangsikan segala selain Tuhan.</p>
<p>__________________________<br />
Puisi karya : Ali Akhmad Said yang berjudul &#8216;Neraka&#8217;.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/novitacantik.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/novitacantik.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/novitacantik.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/novitacantik.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/novitacantik.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/novitacantik.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/novitacantik.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/novitacantik.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/novitacantik.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/novitacantik.wordpress.com/56/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=novitacantik.wordpress.com&blog=4231532&post=56&subd=novitacantik&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://novitacantik.wordpress.com/2009/08/20/neraka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1f0b115ff0a1d4f6713597e278e61400?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">novitacantik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Doa Gembala</title>
		<link>http://novitacantik.wordpress.com/2009/07/28/doa-gembala/</link>
		<comments>http://novitacantik.wordpress.com/2009/07/28/doa-gembala/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2009 18:18:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>novita anggraeni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Riwayat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://novitacantik.wordpress.com/2009/07/28/doa-gembala/</guid>
		<description><![CDATA[Tatkala dalam suatu perjalanan Nabi Musa melihat seorang gembala yang sedang berseru kepada Tuhan: Ya Tuhan, yang Mahakuasa atas segala yang berkuasa. Dimanakah engkau berada? Biarlah aku mengabdi-Mu, akan kujahitkan terompah-Mu, akan aku sisirkan rambut-Mu. Biarkan aku yang mencucikan pakaian-Mu dan membunuhi kutu-kutu di kepala-Mu. Akan kubuatkan susu buat Kau, O Tuhan. Akan kusembah Engkau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=novitacantik.wordpress.com&blog=4231532&post=55&subd=novitacantik&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Tatkala dalam suatu perjalanan Nabi Musa melihat seorang gembala yang sedang berseru kepada Tuhan: Ya Tuhan, yang Mahakuasa atas segala yang berkuasa. Dimanakah engkau berada? Biarlah aku mengabdi-Mu, akan kujahitkan terompah-Mu, akan aku sisirkan rambut-Mu. Biarkan aku yang mencucikan pakaian-Mu dan membunuhi kutu-kutu di kepala-Mu. Akan kubuatkan susu buat Kau, O Tuhan. Akan kusembah Engkau supaya aku dapat mencium tangan-Mu dan kubelai kedua kaki-Mu yang mungil. Akan kusapukan kamar tidur-Mu bila waktu tidur-Mu sudah tiba&#8230;.&#8217;<span id="more-55"></span></p>
<p>Ketika gembala itu sedang hanyut menghimbau dengan kata-kata serupa itu, berkatalah Nabi Musa dengan suara lantang: &#8216;Hai, kepada siapa kau tujukan seruanmu itu?&#8217; &#8216;Kepada yang Maha-esa, Khalik yang menciptakan kita, pencipta semesta langit dan bumi,&#8217;jawab gembala itu. &#8216;Celaka kau,&#8217; kata Musa. &#8216;Kau telah sesat dan berdosa. Kau bukan mukmin lagi karena kau sudah menghina Tuhan. Ini adalah perbuatan bodoh dan kufur. Tutup mulutmu. Kalau kekufuranmu sudah merusak, rusaklah dunia seluruhnya, dan usanglah semua sendi agama. Semua itu hanya patut buat kau, bukan buat Yang Mahaesa, Sumber Segala Cahaya.&#8217;</p>
<p>&#8216;Kasihanilah aku,&#8217; kata gembala itu. &#8216;Oh hati dan perasaanku telah tuan bakar dengan rasa penyesalan.&#8217; Sambil berkata demikian gembala itu mengoyak-ngoyak bajunya. Kemudian dengan menarik nafas panjang penuh kesedihan, ia lari ke arah padang tandus dan terus menghilang&#8230;.</p>
<p>Saat itu lalu turun wahyu kepada Nabi Musa:</p>
<p>&#8216;Engkau telah memisahkan Aku dari hamba-Ku. Aku mengutus engkau sebagai seorang Nabi supaya memperdekat, ataukah supaya menjauhkan? Aku memberi karunia kepada seseorang dengan caranya yang khas dalam melakukan sesuatu, dan kepada setiap manusia Kuberikan cara tersendiri dalam menyatakan perasaannya. Cara yang telah digunakan gembala itu, itulah cara yang lebih tepat menurut pendapatnya, sedang menurut pendapatmu dia bersalah. Baginya itulah madu sedang bagi kau itu adalah racun. Aku diatas segala yang suci.&#8217;</p>
<p>(Audah, 1996)</p>
<p>***************************</p>
<p>Ah, andai semua pemeluk agama sefleksibel Tuhannya, pasti aksi bom-boman atas nama Tuhan itu nggak akan pernah ada&#8230;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/novitacantik.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/novitacantik.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/novitacantik.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/novitacantik.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/novitacantik.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/novitacantik.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/novitacantik.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/novitacantik.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/novitacantik.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/novitacantik.wordpress.com/55/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=novitacantik.wordpress.com&blog=4231532&post=55&subd=novitacantik&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://novitacantik.wordpress.com/2009/07/28/doa-gembala/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1f0b115ff0a1d4f6713597e278e61400?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">novitacantik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membungkuk</title>
		<link>http://novitacantik.wordpress.com/2009/06/30/membungkuk/</link>
		<comments>http://novitacantik.wordpress.com/2009/06/30/membungkuk/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2009 19:09:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>novita anggraeni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum Emas]]></category>
		<category><![CDATA[Latihan]]></category>
		<category><![CDATA[Meditasi]]></category>
		<category><![CDATA[Zen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://novitacantik.wordpress.com/2009/06/30/membungkuk/</guid>
		<description><![CDATA[Membungkuk adalah latihan yang sangat serius. Anda mesti siap untuk membungkuk, bahkan pada saat terakhir anda. Walaupun mustahil untuk membersihkan diri dari keinginan egosentris kita, kita mesti melakukannya. Hakikat sejati kita menginginkan kita melakukannya.
(Suzuki-roshi, Zen Mind, Beginner&#8217;s Mind)
Ini sebenarnya sebuah pekerjaan mudah dalam teori tapi begitu sulit diaplikasikan ke dalam kehidupan sehari-hari. Terlebih lagi ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=novitacantik.wordpress.com&blog=4231532&post=54&subd=novitacantik&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p>Membungkuk adalah latihan yang sangat serius. Anda mesti siap untuk membungkuk, bahkan pada saat terakhir anda. Walaupun mustahil untuk membersihkan diri dari keinginan egosentris kita, kita mesti melakukannya. Hakikat sejati kita menginginkan kita melakukannya.<br />
(<I>Suzuki-roshi</I>, Zen Mind, Beginner&#8217;s Mind)</p></blockquote>
<p>Ini sebenarnya sebuah pekerjaan mudah dalam teori tapi begitu sulit diaplikasikan ke dalam kehidupan sehari-hari. Terlebih lagi ada beberapa ajaran keagamaan yang begitu keras melarang umatnya untuk membungkuk pada sesuatu seperti berhala. Ajaran agama itu hanya memperbolehkan para penganutnya untuk membungkuk pada Tuhan dan rasulnya, lain tidak. </p>
<p>Maka dari itu, membungkuk tentu saja menjadi persoalan tersendiri bagi orang-orang dengan agama tertentu, padahal dengan membungkuk kita begitu banyak bisa mengambil pelajaran. Membungkuk pada apa pun. Pada siapa pun. Pada musuh kita ketika kita akan memulai sebuah pertarungan, pada istri kita ketika kita berada ditengah-tengah pertengkaran hebat, pada binatang, pada orang-orang yang berpapasan dengan kita, pada apa pun, pada siapa pun.</p>
<p>Lihatlah betapa basar manfaat yang kita dapat hanya dengan membungkuk. Kita ambil satu contoh kecil. Ketika kita sedang menghadapi sebuah pertengkaran hebat dengan suami kita atau dengan istri kita, dan ditengah-tengah pertengkaran yang memuncak itu cobalah rehat sebentar dan kemudian membungkuk. Lihat apa yang terjadi berikutnya? Keajaiban besar apa yang kemudian menyusul?<span id="more-54"></span></p>
<p>Membungkuk adalah sebuah perbuatan sederhana yang mempunyai arti begitu dalam. Membungkuk membuat kita dapat melepaskan belenggu egosentris kita dan mulai keluar untuk menjadi pribadi yang respek terhadap apa pun, terhadap siapa pun. Dengan membungkuk, kita memposisikan diri kita sebagai pihak yang menghormati dan bukan pihak yang selalu ingin dihormati. Ada sikap ikhlas dan rela dari pekerjaan sederhana ini yang jika diaplikasikan ke dalam kehidupan sehari-hari terus menerus akan membuat kita terhindar dari sikap sombong dan congkak. Menghargai orang dengan perbuatan sekecil dan sesederhana apa pun jika dilakukan terus menerus akan berdampak besar pada diri kita. Jangan pernah takut untuk kemudian orang meremehkan kita hanya karena kita membungkuk untuk mereka, karena hal itu tidak akan pernah terjadi dan malah sebaliknya dengan menghormati dan menghargai orang kita pun dengan sendirinya  akan dihargai orang pula, seperti kata pepatah &#8220;Apa yang kau tabur itulah yang akan kau tuai&#8221;.</p>
<p>Dan sesederhana itulah Zen. Zen bukan melulu duduk bermeditasi di Zendo. Zen juga bukan sekedar menjawab berbagai koan. Lebih dari itu, Zen adalah sebuah sikap hidup untuk membuat diri kita terlihat apa adanya. Zen adalah upaya melepaskan egosentris yang melekat pada diri kita. Zen adalah membuang topeng yang melekat di wajah untuk kemudian tampil apa adanya. </p>
<p>Jadi bila anda ingin mempelajari Zen, lakukan perbuatan sederhana ini; membungkuk pada apa pun dan pada siapa pun.      </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/novitacantik.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/novitacantik.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/novitacantik.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/novitacantik.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/novitacantik.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/novitacantik.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/novitacantik.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/novitacantik.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/novitacantik.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/novitacantik.wordpress.com/54/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=novitacantik.wordpress.com&blog=4231532&post=54&subd=novitacantik&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://novitacantik.wordpress.com/2009/06/30/membungkuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1f0b115ff0a1d4f6713597e278e61400?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">novitacantik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cermin</title>
		<link>http://novitacantik.wordpress.com/2009/06/24/cermin/</link>
		<comments>http://novitacantik.wordpress.com/2009/06/24/cermin/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2009 18:04:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>novita anggraeni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[Tionghoa]]></category>
		<category><![CDATA[tragedi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://novitacantik.wordpress.com/2009/06/24/cermin/</guid>
		<description><![CDATA[1
Sejak berekonsiliasi dengan cermin dua minggu yang lalu kini ia punya hobi baru; berdandan. Betapa. Betapa dulu ia begitu membenci cermin, atau lebih tepatnya membenci bayangan wajahnya sendiri yang terpantul di cermin. Ia selalu merasa ada yang salah dengan wajahnya, dengan hidungnya, dengan matanya, dengan mulutnya, dengan segala macam organ yang tertempel di wajahnya. Terlebih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=novitacantik.wordpress.com&blog=4231532&post=53&subd=novitacantik&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><b>1</b><br />
Sejak berekonsiliasi dengan cermin dua minggu yang lalu kini ia punya hobi baru; berdandan. Betapa. Betapa dulu ia begitu membenci cermin, atau lebih tepatnya membenci bayangan wajahnya sendiri yang terpantul di cermin. Ia selalu merasa ada yang salah dengan wajahnya, dengan hidungnya, dengan matanya, dengan mulutnya, dengan segala macam organ yang tertempel di wajahnya. Terlebih lagi dengan cara orang-orang memandang wajahnya.</p>
<p>Setiap kali ia bercermin ia selalu mengutuki wajahnya. Wajah dari seorang keturunan Tionghoa tapi konon menurut orang-orang, dan bahkan ayahnya sendiri bilang bahwa ia tak mirip sama sekali dengan wajah-wajah lain yang juga sama-sama punya darah keturunan mengalir di nadinya. Ya, meski tak sekental ibunya, ia mewarisi darah Tionghoa juga, tapi anehnya (atau salahnya) ia sama sekali tak memiliki ciri-ciri menonjol yang bisa dijadikan identitas bahwa ia warga keturunan seperti Salim, seperti Budi, seperti Melan, bahkan seperti Ko Liong pemilik toko kelontong di pinggir jalan itu. Satu-satunya modal yang ia punya hanyalah warna kulit. Ia punya warna kulit yang seterang teman-temannya sesama warga keturunan. Sayang, seperti halnya vodka yang tak lengkap tanpa sampanye, warna kulit saja tak cukup untuk membuatnya merasa diakui sebagai warga keturunan.<span id="more-53"></span>  </p>
<p>Semasa kecil sebenarnya ia senang dengan wajahnya yang konon tak mirip itu. Sebab dengan bermodalkan itu ia mampu berbaur dengan siapa pun. Ia bisa bergaul dengan Dewi tapi juga sekaligus akrab dengan Lingling. Ia merasa bangga dengan dirinya seperti bunglon yang mungkin juga bangga dengan kulitnya. </p>
<p>Ketika menginjak remaja, keberuntungan itu masih tetap menguntitnya. Mei 2008 meletus kerusuhan dimana-mana. Dan yang ikut jadi korban adalah salah satunya orang-orang keturunan seperti neneknya dan bahkan ibunya. Mereka semua kocar-kacir menyelamatkan diri dari buruan orang-orang beringas seolah-olah orang-orang seperti nenek dan ibunya adalah makhluk najis yang wajib dimusnahkan. Tapi tidak untuk dirinya. Meski ia punya darah itu toh guratan wajahnya sama sekali tak membuat orang-orang beringas itu menyadari keberadaannya. </p>
<p>Ketika toko sepeda neneknya yang menjadi satu-satunya sumber periuk nasi keluarga dijarah pun ia sama sekali diacuhkan para penjarah itu meski ia berada di tempat untuk menyelamatkan neneknya yang histeris. Ia sedih, tapi meski sedikit tetap menyisakan rasa bangga. Bangga karena setidaknya yang membuat sang nenek bisa cepat dievakuasi adalah atas peran dirinya, peran wajahnya yang tak mirip itu.</p>
<p>Tapi betapa. Betapa seperti mata uang,  rasa bangga itu tak bernilai tetap. Ketika ia mulai dewasa rasa bangga itu pelan-pelan menyusut hingga kemudian hilang sama sekali dari kehidupannya. Orang-orang mulai meragukan eksistensinya. Dari desas-desus yang ia dengar, wajahnya yang tak mirip ibunya itu mulai jadi masalah. Ia menjadi manusia pertengahan, manusia indis yang tak diakui di mana-mana. Tak diakui sebagai Tionghoa tapi sekaligus tak mendapat tempat sebagai warga pribumi. &#8220;Jangan-jangan dia hanya anak pungut. Mungkin ibunya yang sekarang itu menemukannya di tong sampah ketika masih di Cirebon. Mungkin juga ia dibuang oleh orang tuanya karena dia adalah anak dari hasil hubungan gelap,&#8221; begitulah desas-desus yang kerap ia dengar.  </p>
<p>Menyakitkan, tentu saja. Terlebih gara-gara desas-desus itu lambat laun ayahnya pun mulai meragukan keberadaannya. Ia mulai sering melihat kedua orang tuanya bertengkar gara-gara dirinya. Sang ayah mulai curiga jangan-jangan istrinya telah berselingkuh dengan orang lain hingga anak yang keluar pun tak mirip dirinya. </p>
<p>Dulu sebenarnya ia ingin tak ikut pusing dengan semuanya. Tapi rasa sakit itu meskipun sedikit lambat-laun mulai mengoreng. Dari yang sedikit itulah membuatnya tak betah lagi tinggal di rumah. Sebenarnya di hati kecilnya ingin ia tetap tinggal, merawat neneknya yang sakit, merawat kebun sawitnya yang sebentar lagi bisa ia panen. Tapi, rasa sakit yang sedikit itulah yang kemudian membuatnya tak tahan dan memilih pergi. Ia ingin tahan. Ingin tapi tak bisa, begitu katanya.</p>
<p><b>2</b><br />
Tapi sejak ia bertemu gadis itu, paradigma dirinya dalam memandang cermin mulai berubah. Ia mulai menyukai cermin. Ia ingin berlama-lama memandang wajahnya yang terpantul di cermin. Gadis itu bilang bahwa ia eksotik. Ia punya daya sihir yang tak ditemukannya pada laki-laki mana pun. Mata itu, katanya, mata yang membuatnya mampu tertunduk berjam-jam menekuri lantai.  </p>
<p>Sejak saat itulah ia pun berekonsiliasi dengan cermin dan punya hobi baru; berdandan. Ia pake minyak wangi, deodorant dan minyak rambut. Sebenarnya ini lucu. Betapa pun ia tahu bahwa bau minyak wangi dan deodorant tak terpantul di cermin ia tetap menggunakannya ketika ingin bercermin. Ia ingin cermin tahu bahwa tidak hanya wajahnya, tubuhnya pun mengeluarkan bau harum. Dan cermin harus tahu itu.</p>
<p>Ya cermin harus tahu itu&#8230;</p>
<p>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.<br />
Cerpen tak karuan ini dibuat untuk mengenang 2 tahun meninggalnya nenek tercinta.  </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/novitacantik.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/novitacantik.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/novitacantik.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/novitacantik.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/novitacantik.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/novitacantik.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/novitacantik.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/novitacantik.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/novitacantik.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/novitacantik.wordpress.com/53/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=novitacantik.wordpress.com&blog=4231532&post=53&subd=novitacantik&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://novitacantik.wordpress.com/2009/06/24/cermin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1f0b115ff0a1d4f6713597e278e61400?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">novitacantik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kinhin; Sebuah Meditasi Berjalan</title>
		<link>http://novitacantik.wordpress.com/2009/06/05/kinhin-sebuah-meditasi-berjalan/</link>
		<comments>http://novitacantik.wordpress.com/2009/06/05/kinhin-sebuah-meditasi-berjalan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Jun 2009 19:11:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>novita anggraeni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[kinhin]]></category>
		<category><![CDATA[langkah]]></category>
		<category><![CDATA[Meditasi]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[zazen]]></category>
		<category><![CDATA[zendo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://novitacantik.wordpress.com/2009/06/05/kinhin-sebuah-meditasi-berjalan/</guid>
		<description><![CDATA[Dalam dunia Zen disamping dikenal meditasi duduk (duduk zazen) terdapat pula meditasi lainnya yaitu meditasi berjalan yang disebut Kinhin.
Dalam Kinhin kita melakukannya dengan cara berjalan perlahan, satu langkah demi satu langkah, tangan berpaut ke belakang, punggung tegak, mata melihat ke bawah, memperhatikan telapak kaki kita dan pernapasan kita. Kita memperhatikan setiap langkah yang kita ambil. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=novitacantik.wordpress.com&blog=4231532&post=52&subd=novitacantik&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dalam dunia Zen disamping dikenal meditasi duduk (duduk zazen) terdapat pula meditasi lainnya yaitu meditasi berjalan yang disebut Kinhin.</p>
<p>Dalam Kinhin kita melakukannya dengan cara berjalan perlahan, satu langkah demi satu langkah, tangan berpaut ke belakang, punggung tegak, mata melihat ke bawah, memperhatikan telapak kaki kita dan pernapasan kita. Kita memperhatikan setiap langkah yang kita ambil. Hanya itu saja. Sederhana dan mudah.<span id="more-52"></span></p>
<p>Melalui Kinhin ini kita belajar menyadari bahwa langkah yang kita ambil ini tidak akan pernah terulang lagi, jadi kita mesti hati-hati dalam melangkah jangan sampai kita sesali di kemudian hari. Maka dari itu alih-alih melangkah untuk sampai pada suatu tempat atau tujuan  dengan segera, Kinhin membimbing kita untuk hadir tepat dimana kita berada. Kinhin membuat kita berfokus bukan pada akhir tujuan, melainkan berfokus pada proses untuk mencapai tujuan itu sendiri.</p>
<p>Kinhin sendiri biasanya dilakukan diantara jeda duduk zazen pertama sebelum kemudian dilanjutkan untuk kembali melakukan duduk zazen yang kedua. Diantara jeda kosong inilah biasanya dilakukan meditasi berjalan selama 10 sampai 15 menit atau lebih. Diakhir periode kinhin, jika anda melakukannya di zendo yang dibimbing oleh seorang guru kita akan mendengar dua lonceng kayu dibunyikan untuk memberitahukan bahwa sesi ini telah usai. Kita menangkupkan kedua telapak tangan kita dan, secara berbaris, berjalan kembali ke bantal kita. Lonceng akan berbunyi lagi; kita membungkuk dan duduk untuk periode zazen berikutnya&#8230;. </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/novitacantik.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/novitacantik.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/novitacantik.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/novitacantik.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/novitacantik.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/novitacantik.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/novitacantik.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/novitacantik.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/novitacantik.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/novitacantik.wordpress.com/52/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=novitacantik.wordpress.com&blog=4231532&post=52&subd=novitacantik&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://novitacantik.wordpress.com/2009/06/05/kinhin-sebuah-meditasi-berjalan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1f0b115ff0a1d4f6713597e278e61400?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">novitacantik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Confucius Menggambarkan Dirinya</title>
		<link>http://novitacantik.wordpress.com/2009/05/16/confucius-menggambarkan-dirinya/</link>
		<comments>http://novitacantik.wordpress.com/2009/05/16/confucius-menggambarkan-dirinya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 May 2009 22:09:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>novita anggraeni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Confucius]]></category>
		<category><![CDATA[Petuah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://novitacantik.wordpress.com/2009/05/16/confucius-menggambarkan-dirinya/</guid>
		<description><![CDATA[Di bawah ini adalah ungkapan Confucius dalam menggambarkan diri dan hidupnya. Semoga berguna..
Ketika aku berusia lima tahun, saya hanya tertarik 8ntuk belajar; pada waktu aku berumur tiga puluh tahun aku memulai hidupku; dan manakala umurku mencapai empat puluh tahun aku telah mengerti posisiku di tengah-tengah pola yang terdapat dalam segala sesuatunya; sedangkan pada umur enam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=novitacantik.wordpress.com&blog=4231532&post=51&subd=novitacantik&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Di bawah ini adalah ungkapan Confucius dalam menggambarkan diri dan hidupnya. Semoga berguna..</p>
<blockquote><p>Ketika aku berusia lima tahun, saya hanya tertarik 8ntuk belajar; pada waktu aku berumur tiga puluh tahun aku memulai hidupku; dan manakala umurku mencapai empat puluh tahun aku telah mengerti posisiku di tengah-tengah pola yang terdapat dalam segala sesuatunya; sedangkan pada umur enam puluh tahun aku tahu tak ada perlunya berdalih; dan sekarang, pada saat usiaku telah mencapai tujuh puluh tahun, aku pun dapat melakukan apa pun yang saya sukai tanpa mengganggu kehidupanku.</p></blockquote>
<p>Tapi anehnya, meski menjalani hidup yang nyaris sempurna dan terstruktur dengan begitu sistematis, Confucius sendiri merasa hidupnya gagal. Ia menganggap bahwa dirinya tidak berhasil dalam menjalani hidup.</p>
<p>Apakah itu artinya Confucius tak pernah puas dengan apa yang sudah di raihnya? Atau memang banyak hal yang belum sempat diraihnya? Entahlah..</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/novitacantik.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/novitacantik.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/novitacantik.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/novitacantik.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/novitacantik.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/novitacantik.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/novitacantik.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/novitacantik.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/novitacantik.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/novitacantik.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=novitacantik.wordpress.com&blog=4231532&post=51&subd=novitacantik&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://novitacantik.wordpress.com/2009/05/16/confucius-menggambarkan-dirinya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1f0b115ff0a1d4f6713597e278e61400?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">novitacantik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memberi dan bukan Mengambil</title>
		<link>http://novitacantik.wordpress.com/2009/05/08/memberi-dan-bukan-mengambil/</link>
		<comments>http://novitacantik.wordpress.com/2009/05/08/memberi-dan-bukan-mengambil/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 May 2009 19:20:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>novita anggraeni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[hakikat hidup]]></category>
		<category><![CDATA[melepas]]></category>
		<category><![CDATA[memberi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://novitacantik.wordpress.com/2009/05/08/memberi-dan-bukan-mengambil/</guid>
		<description><![CDATA[Tindakan memberi dan menerima secara bebas membuka tangan  kita dan membantu melepas. Tetapi hanya sedikit orang yang memberi secara bebas. Saat memberi, seringkali ada maksud-maksud lain&#8211;untuk menahan seseorang, menyanjungnya, membujuknya, membuatnya tergantung, atau menegaskan dan kontrol seorang atas orang lain. Ini bukan tindak memberi, tetapi mengambil. Beberapa orang memberikan sesuatu yang terlampau besar bagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=novitacantik.wordpress.com&blog=4231532&post=50&subd=novitacantik&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Tindakan memberi dan menerima secara bebas membuka tangan  kita dan membantu melepas. Tetapi hanya sedikit orang yang memberi secara bebas. Saat memberi, seringkali ada maksud-maksud lain&#8211;untuk menahan seseorang, menyanjungnya, membujuknya, membuatnya tergantung, atau menegaskan dan kontrol seorang atas orang lain. Ini bukan tindak memberi, tetapi mengambil. Beberapa orang memberikan sesuatu yang terlampau besar bagi mereka. Orang lain tak dapat melepas satu hal pun. Pada akhirnya, tindak menahan itu membuat rahmat yang sejati berlalu. Keseimbangan antara tindak memberi dan menerima yang tulus itu teramat penting. Saat seseorang mendapati bahwa mereka tidak dapat memberi atau menerima dengan bebas, tiba waktunya bagi mereka untuk melihat apa yang sebenarnya mereka tahan&#8230;  </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/novitacantik.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/novitacantik.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/novitacantik.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/novitacantik.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/novitacantik.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/novitacantik.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/novitacantik.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/novitacantik.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/novitacantik.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/novitacantik.wordpress.com/50/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=novitacantik.wordpress.com&blog=4231532&post=50&subd=novitacantik&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://novitacantik.wordpress.com/2009/05/08/memberi-dan-bukan-mengambil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1f0b115ff0a1d4f6713597e278e61400?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">novitacantik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menyadari Hakikat Budha</title>
		<link>http://novitacantik.wordpress.com/2009/04/23/menyadari-hakikat-budha/</link>
		<comments>http://novitacantik.wordpress.com/2009/04/23/menyadari-hakikat-budha/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2009 21:22:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>novita anggraeni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[budha]]></category>
		<category><![CDATA[kebebasan]]></category>
		<category><![CDATA[kebosanan]]></category>
		<category><![CDATA[koan]]></category>
		<category><![CDATA[Zen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://novitacantik.wordpress.com/2009/04/23/menyadari-hakikat-budha/</guid>
		<description><![CDATA[Untuk dapat menyadari dan menjalani Hakikat Budha kita, pertama-tama kita mesti sadar bahwa hidup yang kita jalani ini keliru, dipenuhi banyak permainan yang tidak memberikan makna hidup yang kita dambakan. Hidup kita adalah hidup tanpa kesadaran, yang mencandu dan menghambakan diri pada dunia luar, suatu kehidupan yang dikuasai mimpi, perubahan, penyakIt, dan kehilangan. Sungguh, kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=novitacantik.wordpress.com&blog=4231532&post=49&subd=novitacantik&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Untuk dapat menyadari dan menjalani Hakikat Budha kita, pertama-tama kita mesti sadar bahwa hidup yang kita jalani ini keliru, dipenuhi banyak permainan yang tidak memberikan makna hidup yang kita dambakan. Hidup kita adalah hidup tanpa kesadaran, yang mencandu dan menghambakan diri pada dunia luar, suatu kehidupan yang dikuasai mimpi, perubahan, penyakIt, dan kehilangan. Sungguh, kita menjalani hidup kita yang berharga dengan terperangkap pada khayalan. Saat kita mencari kebahagiaan dan kedamaian yang abadi, melalui berbagai masalah yang setiap hari kita hadapi, cepat atau lambat, ilusi kita akan pudar dan kita akan menjadi gelisah. Pencarian kita tampaknya menjadi sia-sia. Tetapi, ini tidak sepenuhnya benar. Seperti halnya kebosanan, pudarnya ilusi merupakan pengalaman yang menakjubkan, suatu langkah penting sebelum kita siap untuk menjejakkan kedua kaki kita dengan tegas di atas bumi.<span id="more-49"></span></p>
<p>Sanggup menahan rasa bosan, atau keadaan yang tanpa stimulasi atau hampa, jelas penting. Kehampaan yang kita rasakan pada tahap awal ini bukanlah kehampaan yang bukan sebenarnya, tetapi keheningan dan kesederhanaan hidup yang begitu kita takuti. Kehampaan itu tidak lebih dari sekedar lepasnya delusi dan kesenangan palsu yang dihasilkannya.</p>
<p>Sebuah koan terkenal yang berkaitan dengan pertanyaan seputar delusi dan latihan adalah:</p>
<blockquote><p>&#8220;Seorang bikkhu berkata pada Ummon&#8211;&#8217;Dunia ini sangat luas&#8211;mengapa kita memakai jubah saat lonceng berbunyi?&#8221;</p></blockquote>
<p>Dunia ini luas sekali; ada begitu banyak kesenangan, sangat banyak hal menakjubkan yang dapat dilakukan. Mengapa kita berhenti saat bel berdentang, memakai jubah kita, dan lalu duduk di atas bantal? Mengapa kita menukar gairah dan rasa bosan untuk sesuatu yang disebut kebebasan? Mengapa kita mencecap rasa pahit sekaligus juga rasa manis? Apakah kita senang melarikan diri, meninggalkan dunia? Dimana dunia yang sangat luas ini berada? Bagaimana kita dapat benar-benar menikmatinya?</p>
<p>Pikirkan dan renungkanlah koan sederhana tapi sarat ini&#8230; </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/novitacantik.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/novitacantik.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/novitacantik.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/novitacantik.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/novitacantik.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/novitacantik.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/novitacantik.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/novitacantik.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/novitacantik.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/novitacantik.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=novitacantik.wordpress.com&blog=4231532&post=49&subd=novitacantik&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://novitacantik.wordpress.com/2009/04/23/menyadari-hakikat-budha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1f0b115ff0a1d4f6713597e278e61400?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">novitacantik</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>